Top Menu

Social

Recent

Intermezzo

Translate

Advertisement

Recent Posts

Social Link Widget

Random

Featured Posts

Rekomendasi Kami

Kamu Pasti Tertarik

Baru diupdate

Top Social Icons

Tampilkan postingan dengan label tips and trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips and trick. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2017

info!!! tips dan trick dalam mendaki gunung

Mendaki gunung adalah kombinasi olahraga dan kegiatan rekreasi untuk mengatasi tantangan dan bahaya pada lereng dan jurang untuk mendapatkan pemandangan yang indah dari puncaknya walaupun harus melewati kesulitan ataupun memanjat tebing menjelang puncaknya.

1. Tidak ingin keteteran di perjalanan, siapkan dirimu dengan olahraga secara teratur



Mendaki gunung adalah kegiatan yang penuh dengan tantangan. Medan yang sulit, cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu serta  minimnya kandungan oksigen di atas ketinggian harus kamu perhitungkan. Untuk dapat melalui medan yang sulit terutama medan yang menanjak kamu sebaiknya melakukan olahraga secara teratur, minimal seminggu sebelum melakukan pendakian. Dengan berolahraga secara teratur maka kamu dapat melatih pernafasanmu. Otot-otot pada beberapa bagian tubuhmu pun juga dapat terlatih, terutama otot pada bagian kaki. Olahraga tidaklah  harus lama. 30 menit sehari bila itu dilakukan secara teratur sudah sangat cukup. Kamu bisa memilih olahraga yang kamu sukai misalkan berenang tau jogging di pagi hari.

2. Beristirahatlah sebelum melakukan pendakian



Di hari terakhir sebelum melakukan pendakian, kamu tidak perlu berlelah-lelah olahraga, Justru di hari terakhir kamu harus beristirahat supaya diperjalanan kamu tidak mengalamai kecapekan. Pastikan di hari terakhir sebelum kamu berangkat melakukan pendakian, peralatan-peralatan yang kamu perlukan untuk dibawa mendaki, sudah dipersiapkan. Kesalahan pendaki pemula yang seringkali dijumpai adalah, di hari terakhir sebelum pendakian, mereka baru mempersiapkan berbagai macam peralatan. Hal ini adalah kebiasaan yang kurang tepat. Oleh karenanya persiapan alat bisa kamu lakukan jauh-jauh hari sebelum hari pendakian.

3. Tentukanlah gunung tujuan pendakianmu



Untuk pendaki wanita pemula, sebaiknya memilih gunung yang mempunyai tingkat kesulitannya ringan serta memilih gunung yang mempunyai waktu tempuh ke puncaknya relatif singkat. Dalam hal ini bukan bermaksud untuk meremehkan kekuatan seorang wanita, namun sebaiknya memang demikian. Mendaki gunung yang mempunyai track yang cukup mudah akan memberikan pengalaman yang dapat berguna bagi pendakian berikutnya tentunya dengan track yang lebih berat. Indonesia sangat kaya akan gunung atau pegunungan yang mempunyai medan cukup mudah untuk para pendaki pemula. Gunung-gunung tersebut diantaranya gunung Andong di Jawa Tengah, gunung Prau, gunung Papandyan dan masih banyak lainnya.

4. Pastikan peralatan pendakianmu sudah lengkap dan siap pakai



Mendaki gunung memang memerlukan persiapan cukup matang, baik itu persiapan fisik maupun persiapan peralatan. Untuk membantu mempersiapkan peralatan apa yang harus dibawa saat mendaki, anda bisa membaca artikel tentang 25 barang yang harus dibawa saat mendaki gunung. Selain itu, pastikan peralatan yang kamu bawa siap digunakan, jangan sampai peralatan tersebut tidak bisa digunakan dan kamu baru mengetahuinya ketika sampai di tempat pendakian.

5. Mau menggunakan sandal atau sepatu? Kenali dulu kekurangan dan kelebihannya

Mendaki gunung bisa menggunakan sandal atau sepatu gunung. Kedua macam alas kaki ini memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.  Sepatu gunung sangat direkomendasikan bilamana kamu melakukan perjalanan yang jauh dan dengan medan yang terjal. Untuk sandal gunung, bisa digunakan pada medan yang tidak terlalu curam dan cocok untuk gunung yang tidak memerlukan waktu yang lama untuk pendakiannya. Khusus untuk sandal gunung, anda bisa membaca kekurangan dan kelebihan menggunakan sandal gunung untuk mendaki gunung.

6. Pilihlah pakaian yang tepat, untuk digunakan selama pendakian



Pakaian dengan bahan sintetis lebih direkomendasikan digunakan saat kamu melakukan pendakian. Pilihlah pakaian lengan panjang sehingga kamu akan terlindung dari beberapa hal yang dapat mencideraimu seperti ranting pohon, atau gigitan binatang yang bisa saja kamu temui selama perjalanan. Selain itu ketika awal pendakian sebaiknya kamu tidak menggunakan jaket, cukup baju lengan panjang saja, karena biasanya kita akan mengeluarkan banyak keringat saat mendaki, sehingga apabila mengenakan jaket, jaket tersebut akan basah karena keringat. Tipsnya tetap gunakan lengan panjang dan bilamana kamu akan beristirahat di dalam tenda kamu bisa ganti dengan pakaian yang kering serta mengenakan jaket untuk melindungi diri dari udara pegunungan yang dingin.

7. Jangan membawa barang terlalu banyak



Hal ini seringkali dijumpai pada pendaki yang baru pertama kali melakukan  pendakian. Barang yang sering banyak dibawa adalah pakaian.

8. Membawa obat-obatan selama pendakian juga tidak kalah pentingnya



Mengingat bila berpetualang kamu atau rekanmu bisa saja mengalami masalah kesehatan, sebaiknya kamu melengkapi peralatan yang kamu bawa dengan obat-obatan sederhana yang bisa kamu gunakan bila sewaktu-waktu kamu membutuhkannya. Selain bila kamu memiliki masalah kesehatan seperti asma, jangan lupa untuk membawa obat obatan pribadimu.

9. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan dokumentasi



Sangat disayangkan bila kegiatan petualanganmu tidak kamu abadikan, kamu bisa membawa pocket ataupun sport camera yang saat ini bisa kamu beli dengan mudah. Kamu bisa mendokumentasikan perjalananmu dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan selama di jalur pendakian. Jangan karena ingin berfoto selfie keselamatanmu menjadi taruhannya. Pandai-pandailah mencari spot yang aman bagi kamu untuk dapat mengambil foto di tempatmu berpetualang.

10. Jangan langsung melakukan pendakian bila sudah sampai pos atau basecamp



Bila kamu sudah sampai basecamp, istirahatkanlah badanmu, biarkan tubuhmu menyesuaikan diri dengan kondisi sekitarnya. Kamu tentu mengetahui tentang acute mountain sicknees. Gangguan ini bisa disebabkan karena tubuh tidak mempunyai waktu atau kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya. Kamu bisa memanfaatkan waktumu sebelum melakukan pendakian dengan beberapa hal, misalkan dengan mengurus retribusi, mengecek kembali barang-barang atau peralatan pendakian ataupun melakukan kegiatan lainnya seperti berdoa serta breefing kelompok sebelum mendaki.  

11. Komunikasi itu penting, beritahu orang tuamu sebelum kamu memulai petualangan



Orang tua tentu akan sangat kawatir bila anak ceweknya pergi tanpa memberi kabar. Oleh karenanya supaya mereka tenang dan tidak terlalu kawatir, kamu sebaiknya memberi kabar sebelum kamu melakukan pendakian. Mengingat bila memasuki kawasan pegunungan maka sinyal dari beberapa provider penyedia layanan komunikasi tidak dapat menjangkau tempat tersebut. Beritahu pula bahwa mungkin dalam beberapa waktu tidak bisa memberi kabar karena keterbatasan sarana komunikasi.

12. Jangan malu untuk mengatakan break !!



Break berarti kamu meminta untuk beristirahat, untuk pendaki pemula, untuk sekedar meminta beristirahat seringkali akan merasa canggung. Takut merepotkan ataupun malu dianggap lemah, hal itu tidak berlaku bagi sebuah kelompok. Berbicaralah dengan jujur bahwa kamu kelelahan dan membutuhkan waktu untuk beristirahat sekedar melemaskan otot serta mengatur nafas. Selain itu gunakanlah waktu untuk beristirahat untuk mencukupi kebutuhan nutrisimu. Makan atau minumlah bekal yang sudah kamu bawa dari rumah. Jangan malas untuk makan ataupun minum, karena kegiatan ini memerlukan kalori dan menyebabkan cairan tubuh keluar terlalu banyak.

13. Berjalanlah beriringan, hindari berjalan jauh dari anggota kelompok lainnya



Untuk mengantisipasi adanya anggota kelompok yang terpisah ataupun keluar dari jalur pendakian, berjalan secara beriringan adalah tindakan yang efektif. Mengingat beberapa kasus pendaki tersesat karena keluar dari jalur pendakian dan tertinggal jauh dari anggota kelompok lainnya. Bila kamu mempunyai kemampuan berjalan dengan kecepatan lebih rendah dibandingkan dengan anggota kelompok lainnya, sebaiknya kamu berjalan di tengah. Sehingga leader bisa mengontrol kecepatan berjalan kelompok tersebut. 

14. Memaksakan diri untuk mencapai puncak bukanlah tindakan yang tepat


Saat mendaki gunung, adalah saat yang tepat untuk mengukur kemampuan diri kita. Janganlah memaksakan diri harus mencapai puncak bilamana kondisi tubuhmu tidak kuat untuk melakukan perjalanan lebih jauh lagi serta cuaca yang tidak mendukung bilamana kita melanjutkan perjalanan seperti cuaca berkabut, turun hujan lebat ataupun kondisi badai. Ingatlah bahwa keselamatan adalah hal yang utama serta puncak hanyalah sebuah bonus.

15. Jangan beristirahat tidur dengan pakaian basah


Pada saat kamu mendaki gunung, pakaian yang kamu kenakan bisa saja akan basah karena air hujan ataupun basah karena keringat yang keluar dari tubuhmu. Jika ini terjadi saat kamu melakukan perjalanan, hal ini tidaklah terlalu bermasalah, namun jika kamu ingin beristirahat tidur, sebaiknya kamu mengganti pakaian basahmu dengan pakaian kering agar tidak terjadi hipotermia. Kamu bisa memasukkan pakaian basahmu di dalam trash bag yang sudah kamu siapkan sehingga tidak tercampur dengan pakaian lainnya.

16. Jangan melakukan diet saat melakukan pendakian


Bagi kamu yang baru melakukan program diet, sebaiknya berhenti terlebih dahulu sebelum kamu melakukan pendakian. Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang sangat melelahkan. Selain itu kegiatan ini memerlukan banyak energi. Energi berasal dari kalori makanan yang kita konsumsi. Jika kita tidak mengkonsumsi makanan dengan jumlah yang cukup bisa berdampak buruk pada tubuh kita. Tubuh kita akan lemas sehingga kita tidak bisa melakukan perjalanan dan dapat merepotkan orang lain sesama rekan pendaki.

17. Dengan mendaki bukan berarti kamu mengesampingkan kebersihan dirimu, bersihkan diri dengan tisuue basah yang kamu bawa


Paradigma lama dari pendaki gunung mungkin digambarkan seorang dengan tas besar, memakai gelang prusik serta acesoris outdoor lainnya dan mengesampingkan kebersihan diri. Hal itu tentu tidak berlaku pada saat ini. Seiring dengan kemajuan jaman, pendaki saat ini lebih fasionable dengan tidak mengesampingkan keselamatan ataupun keamanan. Meskipun di alam bebas, kamu sebaiknya tatap memperhatikan kebersihan dirimu. Kamu bisa menggunakan tissue basah untuk membersihkan badanmu dari keringat yang menempel, gunakan deodorant untuk mencegah bau badan dan gunakanlah makeup sewajarnya. Bagaimanapun juga kamu tentu ingin tetap tampil cantik di tengah alam yang tidak kalah cantiknya.

18. Untuk melindungi kulitmu dari sengatan matahari kamu bisa menggunakan sunblock


Tidak ingin kulitmu terbakar ketika melakukan pendakian, maka kamu sebaiknya menggunakan sunblock mengingat cuaca di gunung bisa sangat kering dan panas. Kamu juga dapat melindungi dirimu dengan alat-alat yang sudah kamu bawa dari rumah, misalkan menggunakan buff atau masker, menggunakan kacamata ketika melewati medan yang berdebu serta menggunakan penutup kepala atau topi untuk melindungi rambut serta kepalamu baik dari sinar matahari ataupun dari debu di track perjalanan.

19. Di gunung tunjukkanlah kemandirianmu, jauhkan dari sikap manja


Salah satu manfaat dari mendaki gunung adalah kita dapat melatih diri kita untuk dapat hidup mandiri, meskipun perjalanan kita hanyalah sebentar. Dengan sikap yang mandiri serta rela menolong sesama rekan pendakian tentu rekan-rekan yang lain akan simpatik terhadap dirimu. Tentu hal ini berbeda jika kamu menunjukkan sikap yang manja, sering mengeluh selama perjalanan ataupun sedikit-sedikit minta tolong kepada rekanmu padahal kamu seharusnya bisa melakukannya seorang diri, tentu akan menimbulkan kesan negatif terhadap dirimu dan orang lainpun tidak akan member i simpati terhadapmu.

20. Jika ingin BAB gunakanlah prinsip gali lubang-tutup lubang


Ingin membuang hajat atau BAB adalah salah satu kesulitan diantara beberapa kesulitan yang dialami okeh pendaki wanita. Bilamana kamu ingin BAB, carilah tempat yang tersembunyi dan jauh dari rute pendakian serta jauh dari tempat untuk mendirikan tenda. Kamu bisa menggali lubang serta menutupnya setelah selesai dan jangan lupa membersihkannya menggunakan tissue basah yang telah kamu bawa. Janganlah mengotori sumber-sumber mata air dan jangan biarkan sisa hasil eliminasimu dalam keadaan terbuka karena hal itu dapat merugikan pendaki lainnya bila melintasi tempat tersebut.

21. Tetap jaga kelestarian alam dengan tidak membuah sampah di gunung


Di gunung kita hanya sebagai tamu dan hanya menumpang, oleh karenanya kita harus tetep menjaga kebersihan gunung. Bawalah trashbag untuk mengumpulkan sampah yang kamu hasilkan, dan bawalah sampahmu turun. Mari kita mewariskan gunung yang asri untuk generasi yang akan datang.  




Sumber :


Jumat, 27 Januari 2017

8 Tips Menghafal Al-Qur`an

Berikut Arrahmah sajikan delapan hal yang insyaa Allah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an. Tips ini merupakan cara jitu Ustadz Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 56 hari (setoran) dan 19 hari untuk melancarkan.

Tapi uniknya, ia mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal, sebagaimana dilansir Al-Qur’an Ikrar. Bismillah.













1. Menghafal tidak harus hafal
Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yang berbeda-beda pada tiap orang. Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs -yang mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun. Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yang sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.

2. Bukan untuk diburu-buru, bukan untuk ditunda-tunda
Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah. Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar-benar kita hafal. Nikmati saja saat-saat ini. Saat dimana kita bercengkrama dengan Allah. satu jam lho.Masak untuk urusan duniawi delapan jam betah, hehe. Inget, satu huruf melahirkan sepuluh pahala bukan? So, jangan buru-buru. Tapi ingat, juga bukan untuk ditunda-tunda. Habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’.

3. Menghafal bukan untuk khatam, tapi untuk setia bersama Qur’an
Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR. Tapi kita sering mendengar kalimat “Menghafal emang kudu sabar”, ya kan? Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat-ayat itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam). Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa khatam jika tidak pernah diulang? Setialah bersama Al-Qur’an.

4. Senang dirindukan ayat
Ayat-ayat yang sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, sebenarnya ayat itu lagi kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe. Coba dibaca arti dan tafsirnya. Bisa jadi ayat itu adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru-buru suntuk dan sumpek ketika gak hafal-hafal. Senanglah jadi orang yang dirindukan ayat.

5. Menghafal sesuap-sesuap
Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang-ulang. Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake centong nasi bikin muntah karena terlalu banyak.
Menghafal-pun demikian. Jika “‘amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “‘amma” diulang-ulang. Jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “‘anin nabail ‘adzhim” kemudian diulang-ulang. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.

6. Fokus pada perbedaan, baikan persamaan
“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini,1 saja! Maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.

7. Mengutamakan durasi
Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yang akan dihafal. Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan satu jam kita pada Allah.. Syukur-syukur bisa lebih dari satu jam.
Satu jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari loh! Lima persen untuk Al-Quran, harus bisa dong ah…

8. Pastikan ayatnya bertajwid
Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya).Jangan dibiasakan otodidak dalam hal apapun yang berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.





(adibahasan/arrahmah.com)

- See more at: https://www.arrahmah.com/news/2015/08/17/maasyaa-allah-ini-8-tips-dari-pria-yang-hafal-30-juz-al-quran-hanya-dalam-56-hari.html#sthash.ZyfiMhD0.dpuf

Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system

Copyright © Kotaktak. Designed by OddThemes & VineThemes. Distributed By Protemplateslab